ANAK HIPERAKTIF

Info Kesehatan Kita

 

ANAK HIPERAKTIF – Alangkah bahagianya melihat buah hati berlarian dengan ceria. Alangkah senangnya para orang tua melihat anaknya aktif. Namun harus diwaspadai apabila berlarian kesana – kemari tanpa tujuan yang jelas. Kemungkinan anak tersebut merupakan anak hiperaktif atau dalam bahasa kedokteran disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Perilaku ini sebenarnya dapat dideteksi sejak awal dan mulai muncul sejak bayi berusia 2 bulan hingga setahun. Orang tua sering mengabaikan dan menganggap hal ini biasa saja. Mereka mengatakan bahwa hal ini sudah biasa dan telah mengalami hal yang sama saat kecil, kalau sudah besar pasti berubah. Perlu diketahui, menunggu lebih lama justru akan memperparah keadaan anak, deteksilah sedini mungkin. Tanda-tanda anak hiperaktif dapat diketahui melalui tatapan mata dan jari telunjuk. Pada usia 2 bulan biasanya bayi sudah ada kontak mata dengan ibunya saat pemberian ASI / menyusui. Pada usia 6 bulan bayi akan menoleh jika dipanggil namanya. Hal tersebut merupakan tanda-tanda anak hiperaktif, namun perlu dicurigai pula apabila bayi tak ada tanda-tanda itu. Yang terpenting, bayi anda harus bisa menunjuk dengan jarinya setelah 1 tahun.
Banyak faktor penyebab munculnya perilaku hiperaktif ini. Perubahan fungsi otak dan anatomi adalah salah satunya. Hal tersebut dikarenakan kekurangan neurotransmiter di otak. Kekurangan asupan zat besi menjadi penyebabnya, zat besi merupakan penyuplai transmiter di otak dan tubuh. Adapula penyebab anak hiperaktif karena faktor keturunan, ibu perokok dan pengguna narkoba atau alkhohol saat hamil berpotensi mengurangi aktivitas sel saraf yang menghasilkan neurotransmiter. Faktor lain seperti paparan racun pada lingkungan dan bahan makanan tambahan seperti zat pewarna dan zat pengawet.
Perilaku anak hiperaktif dapat mengakibatkan masalah dalam pergaulan dan aktivitas sehari-hari. Untuk membuat anak lebih terarah harus diberikan pengobatan secara klinis dan psikologis dengan melakukan konseling dan terapi untuk mengurangi depresi dan gangguan konsentrasi serta mengendalikan perilaku hiperaktif tersebut. Semoga bermanfaat, salam info kesehatan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *